RSS

Perjuangan di steam motor

12 Agu

image

Malam ini pukul 8:06

Kupacu kendaraan Roda duaku sedikit tergesa-gesa. Bukan karna telat ngantor atau kangen ingin bertemu keluarga dirumah.
Tapi karna ingin ketempat cuci motor. Hehe terpikir sudah Malam terlebih masih dalam masa liburan. Takutnya sudah ga Ada lagi steam motor yang buka.
Ahh malasnya kalo liburan hanya untuk cuci motor pikirku.

Satu tempat, tutup
Tempat berikutnya, tutup pula.
Tapi dikejauhan terlihat ada tempat steam motor yang lampunya masih terang benderang.

Kuparkir roda duaku. Tempatnya cukup sederhana. Hanya ada satu kompresor, beberapa ember Dan atap yang terbuat dari terpal bertiangkan bambu. Lokasinyapun hanya memanfaatkan bahu jalan yang sempit.
Bagi yang domisili di bekasi utara pasti tahu jalan menuju arah babelan sebelum jembatan besi. Tempatnya percis didepan kampus bsi.
Disepanjang jalan itu memang banyak berdiri saung-saung tempat steam cuci motor

Tak seperti biasanya tempat steam yang ramai dijaga pemuda2 gagah. Namun Malam ini tempat itu hanya dijaga 2 orang, laki-laki Dan perempuan (bisa kutebak mereka adalah suami istri) yang kutaksir sudah mencapai umur hampir setengah abad (hehe sok tau nih)

Ketika kudatang terlihat mereka sedang bahu-membahu mencuci motor pelanggan sebelumku.

Seketika itu pula sang bapak langsung menyiapkan peralatan cucinya dimotorku.

Sungguh menyayat hati membayangkan orang tua yang seharusnya sudah menikmati hidup tenang dimasa tuanya Masih bekerja selarut ini.

Mataku dengan awas memperhatikan. Tubuh renta Dan gerakan keduanya yang sudah tak lagi gesit Dengan apik menyemprotkan air ke motorku.

Sungguh perjuangan yang luar biasa. Betapa kerasnya usaha yang dilakukan demi kelangsungan hidupnya.

Terbayang kedua orang tua dirumah bagaimana jika merekalah yang Ada diposisi itu, pasti tak Akan tega hati ini.

15 menit kuperhatikan akhirnya lamunanku dikagetkan oleh suara lirih sang bapak.

“pulangnya ke arah mana mas?” Tanya si bapak
“kesana pakde!” Sambil menunjuk arah pulang

Dengan cekatan sibapak mengarahkan motor ku ke arah pulang sambil dielap body motor Dengan kanebonya.

“sudah pak de. Berapa toh” tanyaku
“tujuh ribu mas” jawabnya sambil bergegas merapikan peralatannya Dan mengisyaratkanku tuk membayar ke si ibu.

Segera kuhampiri si ibu Dan membayar Apa yang sudah jadi haknya.

Ku hampiri motorku, Ku starter Dan diam sejenak merenungi Apa yang barusan terjadi.

Selang beberapa saat kutengok kebelakang n then ajaib kedua orang tua itu sudah tak Ada. (loh Ko jadi horror)
Berprasangka baik kulihat rumah triplek disebelah area steam.
“Ah mungkin mereka sudah masuk Dan bersiap menikmati istirahat malamnya” pikirku.

Ternyata akulah pelanggan terakhir Malam itu.

Tanpa babibu lagi kupelintir handle gas Dan pergi meninggalkan pencucian motor yang berkesan itu.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Agustus 2013 in Humaniora

 

One response to “Perjuangan di steam motor

  1. atingkoekoe

    15 Juli 2015 at 6:15 pm

    pelit lu,. kasih tambah ke

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: